Dede Mulyana


SUKSES UJIAN SEKOLAH (UN) !!!
Mei 10, 2007, 1:46 pm
Filed under: Opini

UN SMA baru saja berlalu, setiap siswa berharap semua LULUS. Segala cara mereka tempuh, dari mulai persiapan melalui pemantapan, try out. praUN samapai dengan melacak latihan soal-soaldi internet. Situasi sekolah sibuk luar biasa. Para Tenaga pengajar tidak berhenti berpikir untuk mensukseskan anak didiknya, dari mulai penambahan materi, latihan soal-soal, penambahan jam belajar sampai dengan berpikir yang kadang2 diluar batas kemampuan manusia…. pokoknya yang penting anak2 harus terselamatkan …. pokoknya sibuk … sibuk … dan sibuuuuuuk.

Tapi yang tidak habis pikir, kenapa para pakar pendidikan khususnya di Indonesia hanya mengukur standar kelulusan siswa dari segi Intelegensi saja. Mengapa permasalahan Emosional dan Spiritual diabaikan. Padahal dalam pembentukan SDM anak didik kita tidak bisa menilai dari salah satu sisi saja, melainkan harus menilai dari keseluruhan secara utuh. Sebab seseorang yang dianggap baik INTELEGENSINYA, tetapi buruk pengendalian EMOSIONALNYA dan kurang dalam pengamalan SPIRITUALNYA akan tetap menjadi manusia yang GAGAL di dalam menempuh hidupnya.
Jadi sangat tidak adil apabila para pakar pendidikan memutuskan, apabila seorang siswa didik tidak berhasil memenuhi standar nilai di dalam UN lalu langsung divonis TIDAK LULUS didalam menempuh pendidikannya.
Bukankah manusia yang sempurna itu adalah mereka yang memiliki Intelegensi baik, Emosional baik dan Spiritual baik ???????????
Tolong renungkan demi untuk keselamatan bangsa di masa depan……..
Bukankah kita sebagai bangsa yang besar, kini sudah semakin kerdil ???????
Kita hanya bisa bangga dengan orang lain. Dan tidakkah kita akan belajar dengan kebanggaan sendiri ?
Lalu apa yang mesti kita banggakan dari Bangsa sendiri ?
Kita dibanjiri mobil dan motor, tapi sadarkah kita ? bahwa semua itu bukan produk anak bangsa.
Kita dibanjiri Kompoter dan Handpone, tapi apa kebanggaan kita ? karena semua bukan produk kita.
Lalu kapankah anak bangsa akan diberi kepercayaan untuk membangun bangsanya sendiri ?
Pendidikan di kita hanya makan teori…. jauh dari praktek yang sesungguhnya.
Pendidikan di kita hanya membangun calon-calon karyawan yang hidupnya ketergantungan.
Lalu kapankah pendidikan yang sebenarnya akan diterapkan ????????
Dilematis memang pendidikan dalam kenyataannya, tapi sampai kapanpun kita tidak akan berhasil, selama kita tidak menyadari bahwa pembentukan manusia seutuhnya dibangun oleh tiga unsur yang tidak bisa dipisah-pisahkan, yaitu;
1. Intelegensi
2. Emosional
3. Spiritual
Dan yang paling penting semua bukan teori, tapi praktek yang bisa dibuktikan.
Jadi tolong renungkan dengan kepala yang dingin dan hati yang lapang. Adilkah Standar Kelulusan hanya dievaluasi dari materi yang di-UN-kan ?
Lalu apa yang terjadi di lapangan sekarang ?
Saya mau jujur….. sejujur-jujurnya….. bahwa dengan adanya UN yang sekaligus menjadi Standar Kelulusan Siswa, ini tidak membuat pendidikan di kita menjadi lebih baik, bahkan semakin merusak ahlak dan moral pendidik……. Dan memang kenyataannya sekarang, masalah pendidikan Emosional dan Spiritual nampaknya sudah mulai dikesampingkan…… mengerikan ….. memalukan …

 


4 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Salam bung Dede…!!
Sapendapat dengan anda. Memang setidaknya seperti itu yang tergambar di lapangan tentang pelaksanaan UN. Memang harus ada penyeimbang konflik dari ketidakberesan UN. Harus ada yang terus berkomentar dan memberi saran pada yang punya kabijakan. Tentunya juga dibarengi dengan aksi2 positif.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih telah menjadikan tulisan saya sebagai literatur pendukung dari opini anda.

Salam kenal, dan..
Salam Perubahan!!!!
Sincerely,

Komentar oleh trian ferianto

Salam Bung Trian !
Terimakasih Anda telah memberikan masukan untuk tulisan saya. Memang pendidikan seakan menjadi permasalahan baru yang perlu kita luruskan bersama, tapi terkadang saya bingung, kemana mestinya saya bicara. Karena terus terang saya adalah kuli pendidikan yang terjun langsung di lapangan. Saya perlu beberapa teman curhat yang peduli pendidikan. Saya khawatir lambat laun pendidikan di kita akan jadi dagelan juga, seperti halnya budaya. Pendidikan seolah-olah menjadi sorotan banyak orang, tetapi semakin banyak orang ikut campur, malah semakin terpuruk kita dalam sistem. Kemana kita akan dibawa ? …. Mohon jawaban yang jujur. …dan mau dijadikan apa generasi kita ? Saya selalu punya keyakinan, kalau para pakar pendidikan semuanya sadar, bahwa pendidikan manusia itu terdiri dari tiga unsur yang tak dapat dipisahkan ( intelegensi, emosional dan spiritual) Insa Allah pendidikan di kita akan sukses. Saya senang berkenalan dengan Anda, dan saya suka Anda termasuk orang yang rajin menulis tentang pendidikan, mudah2an ke depan kita ada jalan dan petunjuk untuk mengelola pendidikan yang lebih baik. Sebenarnya pendidikan perlu prestasi, bukan prestise !
Terimakasih…. salam kenal dari wong Deso !

Komentar oleh DEDE MULYANA

a na ca ra ka da ta sa wa la pa dha ja ya nya ma ga ba tha nga

Komentar oleh ayu

eh tau gak gua ne seorang anak yang butuh cowok coz akhir2 ne gua lagi gak mau lama2 jadi perawan.tau gak umurku baru 15 th lo.jika ada yang mau daftar kirim ja e-mail ke Blue.diamond32@yahoo.co.id atau telp k rumahku ja k no 0332-423855 bisa juga k no Hp.081358266206.buruan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Komentar oleh ayu diana ristanti




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: