Dede Mulyana


UN-SMA …… BUKAN LAGI ALAT UKUR
Mei 10, 2007, 1:36 pm
Filed under: Opini

DUGAAN KECURANGAN UJIAN NASIONAL SMA DI KOTA PASURUAN
Oleh : Trian Ferianto

30-Apr-2007, 20:52:38 WIB – [http://www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia – Ujian Nasional untuk tingkat SMP dan SMA sudah selesai digelar beberapa waktu lalu. Dengan berakhirnya periode ini berarti ketegangan para siswa sudah berkurang satu dan tinggal ketegangan menunggu pengumuman hasil ujian.

Berakhirnya masa itu juga berarti mulainya berbagai macam komentar-komentar masalah Ujian Nasional. Dugaan-dugaan kecurangan dan kebocoran nilai mulai bermunculan di beberapa daerah, termasuk di kota dan kabupaten Pasuruan. Dari beberapa sumber, peserta Ujian Nasional menceritakan banyak terjadi kecurangan.

Di salah satu SMA negeri di Pasuruan misalnya. Oknum pengawas Ujian yang notabene dari sekolah lain mencoba membantu peserta Ujian yang kesulitan mengerjakan soal-soal yang dihadapi. Waktu itu hari pertama Ujian Nasional yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ketika waktu mengerjakan soal menjelang habis. Si penjaga berkeliling dan melihat salah satu peserta belum selesai mengerjakan. Akhirnya si penjaga ini melihat pekerjaan peserta lain yang sudah selesai dan memberikan jawabannya kepada peserta yang kesulitan itu.

Di SMA Negeri 2 Pasuruan juga terdapat keganjilan yang ditemui ketika Ujian Nasional. Ketika hari kedua Ujian sekaligus mata pelajaran Matematika, salah satu peserta memperoleh sms kunci jawaban dari pihak yang tak dikenal saat waktu mengerjakan berlangsung. Peserta ini kemudian langsung membagikan kunci itu ke teman yang lain, juga melalui sms. Namun setelah di cek pasca ujian hari itu, ternyata kunci jawaban itu hanya benar kurang lebih 5 nomor. Sontak saja para siswa ada yang menangis karena menyesal dan ada juga yang menangis karena menganggap soal yang diberikan terlalu sulit untuk dikerjakan. Kebanyakan peserta yang menangis ini adalah siswa putri.

Sedangkan di SMA Negeri 3 Pasuruan, sebagian siswa mengaku memperoleh jawaban listening (mendengar) Bahasa Inggris dari salah satu oknum. Diduga cara yang digunakan si pelaku ini yaitu ikut mendengarkan ketika kaset rekaman ujian listening mulai dibunyikan. Bersamaan dengan para peserta mengerjakan, si oknum ini juga ikut mengerjakan. Dan setelah selesai, pelaku kemudian mendistribusikan kepada sebagian peserta ujian dengan cara yang tidak mau disebutkan.

Sebagian siswa dari SMA Negeri 3 Pasuruan ini juga mengeluhkan pengawasan yang terlalu ketat dari petugas penjaga ujian. Malahan ketika waktu mengejakan Bahasa Indonesia akan selesai, salah beberapa siswa ada yang baru mengerjakan kurang lebih 25 soal dari jumlah soal keseluruhan 50 butir. Setelah dimintai konfirmasi, sebagian peserta ini mengancam akan melakukan suatu tindakan pada yang mengawasi mereka ini jika nantinya banyak yang tidak lulus.

Beberapa kejadian tidak lumrah juga terjadi di SMA Negeri 3 Pasuruan. Menurut narasumber yang sempat dimintai cerita, salah satu lembar jawaban peserta ada yang terobek (tidak sengaja) karena saling tarik antara peserta dan pengawas. Selain itu juga ada lembar jawaban yang tercoret (tidak sengaja) berlebihan dan dikhawatirkan akan mengganggu pengoreksian dengan komputer nantinya. Hal ini juga terjadi karena ada aksi reaksi secara langsung antara peserta dan pengawas. Diduga peristiwa itu terjadi karena pengawas melihat ada tindakan curang yang dilakukan peserta sehingga dengan sigap melakukan tindakan penarikan lembar jawaban, meskipun setelah itu dikembalikan lagi. Sekedar Informasi, pengawas di SMA Negeri 3 ini berasal dari pengajar dari SMA Negeri 1 Pasuruan.

Sedangkan SMA negeri 4 merupakan sekolah negeri yang sepi informasi seperti itu. Namun berita yang beredar di kalangan peserta, diduga sms jawaban yang masuk ke SMA Negeri 2 berasal dari SMA Negeri 4 Pasuruan.

Sementara itu di sekolah swasta, sampai saat ini diterima informasi terjadi kecurangan penyebaran jawaban via sms di STM Dharma Wirawan Blandongan. Cara yang digunakan, salah satu peserta menceritakan temannya mendapat sms ketika ijin ke kamar kecil. SMS itu berasal dari guru pengajar yang saat itu tidak berada di sekolah mereka. Kemudian sms ini diteruskan dengan didistribusikan pada peserta yang lain.


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

kontol

Komentar oleh fsdff




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: